Suami Ku dan Kesabarannya

Bohong kalau ada yang bilang kehidupan rumah tangganya selalu baik-baik saja. Kerikil kecil sampai batu besar pasti selalu siap menghadang. Karena itulah hidup. Namun semua kembali pada kita bagaimana menjalaninya. Ada yang terpuruk, ada yang tetap tegar, ada yang makin bersemangat bahkan ada yang putus asa.

Begitu pun kami.

Tanpa banyak orang tahu, moment libur panjang Idul Adha kemarin(28 Oktober 2012), yang seharusnya jadi moment happy bersama keluarga, berubah jadi moment jungkir balik untuk ku. Warning dari ALLAH SWT yang kali ini memang begitu keras menampar ku dan suami. Entah bagaimana orang lain jika menghadapi ini, tapi kami.. jujur, kami begitu jauh jatuh terjerembab dengan luka trauma yang begitu perih.

Namun, selalu suami ku mengingatkan untuk menangis sehari saja, selanjutnya teruslah berjalan..

Status BBM suami ku 28 Okt 2012 dan terus bertahan hingga berminggu-minggu kemudian

Namun akhirnya, sebagai perempuan yang didominasi perasaan dan emosi, nyatanya aku tak mampu tetap tegar dan langsung cepat bangkit dari trauma itu. Selama beberapa hari, rasanya hidup ku tak tentu arah. Luapan emosi yang tak terkendali hingga mengganggu keharmonisan rumah tangga. Sikap ku yang belum bisa menerima kenyataan menjadi semakin mengganggu. Setiap hari, aku hanya bermain dalam pikiran negatif.

Hingga pada 20 November 2012, aku harus menerima konsekuensi dari perubahan sikap ku itu. Sakit yang belum sembuh itu nyatanya harus bertambah sakit dengan satu kenyataan lagi. Benar-benar hancur rasanya..

Pertengkaran demi pertengkaran.. Rumah kami jadi benar-benar dingin.. semua berlangsung hari demi hari.. Hingga kami sama-sama lelah sendiri.. dan kami mulai membicarakannya.

Kembali, sebagai perempuan.. banyak logika yang tertinggal di balik luapan emosi.. pandangan ku sudah benar-benar buram oleh cobaan yang bertubi-tubi ini..

Tapi tidak bagi suami ku…

BBM dari suami di Jumat pagi..

Dibalik sikap diamnya selama ini, aku tak pernah menyadari, cintanya begitu besar. Hanya bisa menanggis membaca ini. Saat aku mulai lelah menghadapi cobaan, dia tak pernah sedikit pun berhenti mengajak ku terus dan terus memperindah rumah tangga kami.

Dibalik 2 Teguran dari ALLAH SWT dalam 2 bulan berturut-turut ini, sebenarnya nikmat dan rezeki mana yang ku dustakan… Astaugfirullah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s