‘DARA’

Malam minggu kemarin (17/11), sepulang dari Jogja dan hujan, setelah beberes barang bawaan dan mandi, akhirnya aku dan Kung bisa selonjoran santai di depan TV. Bermula dari nonton film di Fox disambi mainan hp, baru kita tahu kalo ada konser NOAH di RCTI. Jadilah ganti channel. Sebagai pengagum lagu-lagu Peterpan, aku dan Kung cukup terhibur dan nostalgia dengan lagu-lagu lama. Menurut kami, lagu Peterpan masih lebih ‘berkelas’ dari lagu-lagu baru NOAH. Dari segi musikalitas yang lebih kompleks dan lirik yang lebih ‘berat’ dan ‘misterius’. Berbanding terbalik dengan single pertama NOAH ‘Separuh Aku’ yang liriknya (menurut kami) terlalu lugas dan gamblang.. ga misterius lagi deh.. hehe..

Well, jadilah kita nonton sambil komentar sana-sini.. Bahkan, ketika mereka memainkan single terbarunya ‘Hidup Untuk mu Mati Tanpa  mu’ (bener kan ya?), Kung sengaja pindah channel.. Karena katanya ‘ini lagu gak banget ya..’

Setelah bolak-balik ganti channel, akhirnya balik lagi ke RCTI, dan ternyata lagu lama Peterpan lagi, tapi lupa lagu apa. Kung sempet bilang, ‘Ini kapan Bintang Di Surga nya..’, hihi.. Bintang Di Surga memang lagu favorit Kung..

Selesai lagu itu, masuk lagu selanjutnya adalah ‘Dara’, single solonya Ariel yang dia buat saat masih di penjara.

Kung tiba-tiba nambah volume tv.. jadi kenceng banget… jelas kaget lah.. kirain nunggu Bintang Di Surga, ini kenapa ‘Dara’ dikencengin..

Me : Ih… kanget.. kenceng bener.. kenapa sih..

Kung : ya… kalo Ariel bikin lagu ini buat Luna Maya, aku buat istri ku..

*hening*

Dara jangan kau bersedih
Ku tahu kau lelah
Tepiskan keruh dunia
Biarkan mereka, biarkan mereka

Tenangkan hati di sana
Tertidur kau lelap
Mimpi yang menenangkan
Biarkan semua, biarkan semua

reff:
Kurangi beban itu
Tetap lihat ke depan
Tak terasingkan dunia
Dua jiwa yang perih

Masih ada di sana
Untuk kita berdua
Dalam hati yang menyatu
Tempat kita berdua

Dara jangan kau bersedih
Ku tahu kau lelah
Tepiskan keruh dunia

Sebagai istri dari seorang lelaki yang sangat tidak romantis, tiba-tiba ‘dibeginikan’.. rasanya kok ga karuan..🙂

Tapi satu yang pasti, setelah kembali dapat ujian dari ALLAH SWT sebulan yang lalu, dan tetiba suami mengungkapkan perasaannya lewat lagu begini.. aku makin percaya, seberat apa pun beban ini, dia selalu ada untuk ku.. Dan sejak kejadian sebulan lalu itu, sejak hari H kejadian (28/10), dia tak henti-hentinya mengingatkan ku..

‘Teruslah berjalan, Neng.. terus lah melihat ke depan..’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s