Pasukan Masa Lalu

Kemarin, aku terkaget-kaget dengan serbuan ‘Pasukan Masa Lalu’.  Serba tidak siap dan akhirnya hanya pasrah dan bersikap seadanya – sewajarnya.
Ada yang mengusik lewat sms, ada yang bertubi-tubi mengganggu di BBM plus PING!! for thousand times, dan ada yang harus ku hadapi di dunia nyata.

Kalau ada yang mengartikan ‘Pasukan Masa Lalu’ ini sebagai mantan pacar, aku bilang : kurang tepat. Masa lalu seseorang tidak bisa diartikan sesempit itu. Sekedar cinta monyet atau cinta sesaat atau cinta labil (ooppppss). TIDAK. Ini lebih luas. ‘Pasukan Masa Lalu’ itu bisa mantan pacar (most), Sahabat yang menghancurkan persahabatan, Saudara yang merusak tali persaudaraan, Rekan bisnis yang melanggar pasal kerjasama, Teman biasa yang lebih sering menyakiti, Mantan atasan atau rekan kerja yang membuat kita memilih resign, dan masih banyak lagi macamnya.
Dan ‘Pasukan Masa Lalu’ yang tiba-tiba datang pada ku? Tak perlu ku sebutkan. Karena bukan itu intinya.

‘Pasukan Masa Lalu’ ini seperti berbondong-bondong mengepung dan tak memberi ruang untuk ku menghindar.
Sampai pada akhirnya, aku hanya HARUS MENGHADAPINYA. Tidak bisa tidak. Itu sudah terjadi, dan menjadi bagian dalam hidup ku. Tidak bisa ku hapus kecuali aku amnesia (nauzubillah). Ya, pada akhirnya, beberapa waktu terakhir ini, aku harus MENGAHADAPI semua ‘Pasukan Masa Lalu’-ku.
Apa ini sulit? Sebagian. Namun sebagian lagi, biasa saja. Hanya membawaku ke masa lalu dalam hitungan sepersekian menit, dan akhirnya kembali ke masa kini dimana aku terus berjalan menuju masa depan.

Siapa masa lalu yang sulit ku hadapi? Mereka yang dulu telah menyakiti Ibu ku.

Apa aku memaafkan? Sedikit. Errr… sudah. (_ _”)

Apa aku ingin membalas dendam? Untuk apa? Buang-buang waktu dan energi saja.

Apa aku ingin mereka merasakan hal yang sama seperti apa yang mereka lalukan pada Ibu ku? Ah, biar Tuhan yang Bertindak.

Aku hanya bisa berjanji, untuk TIDAK melakukan hal ‘seperti itu’ kepada orang lain. Karena sangat menyakitkan.

Yahh,, akhirnya aku hanya memetik ilmu dari masa lalu. Hanya sedikit ilmu seperti tidak melakukan itu, tidak bertindak seperti itu, untuk menjauhi orang-orang seperti itu. Well done!

Sudahlah.. Selama kita hidup ‘Pasukan Masa Lalu’ akan selalu datang. Entah dalam bentuk apa, dan siapa saja. Bisa orang yang selalu kita hindari, bisa juga orang-orang yang sudah lama kita lupakan.

Pernah terpuruk, menyesali dan menangisi masa lalu?
Tak apa. Manusiawi kok. Tapi cukup 1x. Stop. Jangan terus menerus menyesali dan menangisi.
Untuk apa terus terpuruk?
Apa semua akan menjadi lebih baik? Apa semua yang hilang akan kembali? Apa semua yang sakit akan terobati? TIDAK.

Lalu, bagaimana dengan ‘Kesempatan Kedua’?
Mereka akan datang kembali, seperti dulu. Mereka akan menawarkan (lagi) sesuatu, seperti dulu.
Dan tugas kita, HANYA MEMILIH.
1. Meninggalkan, tidak peduli dan terus berjalan.
2. Menerima dan memulai dengan cara baru.
3. Menerima dan mengulang cara lama – dan berakhir dengan keterpurukan yang sama.

Poin no. 3 ini yang sering terjadi (dari curhat temen-temen sih..) maap sotoy :p
Kenapa bisa? mengulang kesalahan yang sama?
Penyebabnya adalah : BELUM IKHLAS MENINGGALKAN MASA LALU.
Maka, ketika mereka datang, pasti sekawanan pasukan rindu juga datang. Akhirnya, kebutaan melanda. Buta hati, buta rasa. Lupa sakit yang dulu menggerogoti. Dan pada akhirnya.. rela mengulang lagi.

And then, pihak ‘tong sampah’ seperti aku ini yang akhirnya dicari, diminta meminjamkan bahu, yang akhirnya basah kuyup seperti kena hujan badai deras. Plus, yang lebih menjengkelkan, si pemilih poin 3 ini akan menghabiskan tissue dengan rentetan penyesalan (lagi) dan membodoh-bodohkan diri sendiri (lagi).
Maybe, if only I could say ‘YES! KAMU EMANG GOUBLOK!’

Kenapa kita bisa tersakiti? Karena kita memberi kesempatan. Ini bodoh? Tidak.
Yang bodoh adalah… kita sudah pernah tersakiti, kemudian memberi kesempatan LAGI untuk diulang kembali.

Mungkin, ada yang tidak setuju dengan pendapat ku. Atau ada yang berpikir bahwa si penulis ini sok tau, sok bersih, sok pinter.

WOTEVER!!

Tapi itu salah, justruuuu.. aku bisa menulis ini karena aku pernah mengalaminya. Aku pernah jadi Keledai Bodoh itu. Aku pernah sakit kedua kali karena hal yang sama.
Bukankah pengalaman adalah guru yang sempurna?

Terjungkalnya aku di lubang yang sama itu yang membuat ku mampu menulis seperti ini. Dan juga membuatku lebih berhati-hati menghadapi ‘Pasukan Masa Lalu’. Nah kan.. pada akhirnya, aku bisa belajar kok. Aku bisa memetik ilmu dan mengasah kewaspadaan (busettt… militer ini mah).

Setelah semua jatuh bangun, goyang ngebor dan goyang patah-patah yang ku lalui selama ini, pada akhirnya aku HANYA HARUS IKHLAS menjalani.

Mengikhlaskan masa lalu, semua yang terjadi, semua yang ku dapat dan semua yang menjadikan ku seperti sekarang ini.
Yah, masa lalu lah yang membuat kita seperti sekarang ini. Tapi mereka tak kan kembali, tak kan terulang lagi.

Kita berjalan menuju masa depan. Teruslah berjalan.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s