My – Long Distance Relationship

Akhirnya, takdir membawa ku dalam suatu keadaan yang dari dulu aku hindari. ‘Long Distance Relationship’ (LDR). Hubungan jarak jauh yang hampir semua pasangan di dunia ini benci untuk menjalani. Termasuk aku.
Ya.. walau pun ‘cuma’ Jogja – Jakarta, jarak yang sebenarnya ‘tidak seberapa’ dibandingkan dengan pasangan lain yang mungkin harus LDR beda negara dan lintas benua.

Dulu, aku menghindari LDR jelas karena ketakutan dan negative thinking yang selalu muncul.
Ketakutan utama adalah : TAKUT SENDIRI. Keadaan yang semula nyaman, kemana-mana selalu ada yang menemani. Saat aku butuh teman (atau butuh sopir .. ooopss), akan selalu ada seseorang untuk menemani. Takut untuk kesepian, walau.. sebenarnya masih banyak teman-teman lain. Dan walau sebenarnya, it’s okay to do everything alone. Toh, sebelum punya pasangan pun aku lebih sering melakukan banyak hal sendiri. Kemana-mana sendiri atau bersama teman-teman cewek yang tentu lebih bebas, ramai dan fun! Hal seru seperti itu pun bisa terlupa hanya karena ketakutan kita yang lebih besar. Ketakutan untuk sendiri itu tadi. Tapi setelah menjalani, ternyata ketakutan itu hanya karena faktor kebiasaan saja. Sudah terlanjur terbiasa ditemani. Tapi bukankah semua juga akan berubah? Keadaan pasti akan berubah, roda akan berputar. It’s OK to be alone, dear!

Just remember.. maybe you are alone, but NOT lonely.

Hal kedua yang mengganggu LDR adalah tentu saja pikiran negatif dia di sana akan bertemu ‘someone new’, akan jatuh cinta dan berpaling. Dan penyebab utama adalah kurangnya rasa percaya satu sama lain. Memang tak bisa dipungkiri, rasa percaya itu mahal dan susah sekali dimiliki. Rasa Percaya itu seperti kertas, sekali diremas akan membekas selamanya dan sulit dihaluskan lagi.

Tapi juga bukan berarti tidak bisa diantisipasi. Hal pertama yang dipastikan adalah status hubungan juga. Apa tujuan hubungan ini. Kalau cuma main-main (atau dia yang terlihat main-main dan tidak serius) ya sudah. Santai saja jangan terlalu dipikir berat.
Tapi kalau memang status hubungan sudah serius dan memang punya tujuan pasti, secara otomatis rasa percaya itu akan muncul sendiri. Kemantapan hati bahwa, siapa pun yang dia temui di sana, dia bisa dipercaya untuk menjaga hubungan ini. Begitu juga dengan kita yang ditinggal. Bukan berarti kita harus pasang kacamata kuda kan? Tetap bergaul dan memperluas pertemanan, dan ketika bertemu dengan ‘Makhluk menggiurkan’ lainnya, pastikan kita
bisa tetap menjaga hati dan jaga tingkah laku. (kalau jaga mata emang susah sihh ya,,, :v )

Bicara soal kendala? Banyak. Dari pengalaman ku kendala yang sering terjadi adalah salah paham saat telepon atau sms. Faktor utama penyebabnya adalah capek dan kondisi yang tidak diketahui masing-masing. Jadinya hal sepele pun bisa jadi bahan pertengkaran. Biasanya setelah itu akan ada penjelasan panjang lebar dan tentu saja harus ada salah satu yang mengalah.
Kendala lain seperti sinyal sedang jelek, pulsa habis di saat penting, sms lupa dibalas, ditelepon malah ketiduran, dan beberapa hal sepele lain yang bisa menyebabkan berantem. Padahal kalau hal-hal tersebut terjadi saat kondisi tidak sedang LDR maka akan biasa saja. Jelas sekali bahwa penyebabnya : K.A.N.G.E.N

Walau pun di sini aku menulis tentang pengalaman ku menjalani LDR, tapi aku TIDAK AKAN memberikan tips menjalani LDR. Aku bukan ahlinya.
Aku hanya akan berbagi apa saja yang aku dan Kung lakukan selama LDR.

RAJIN KOMUNIKASI!
Boros? ohh tidak bisa (*gaya Sule)… Kebetulan (atau memang sudah ditakdirkan) sejak pertama kenal Kung akhir 2005, tenyata kita memakai nomor handphone dari provider yang sama. Dan sampai sekarang tidak pernah ganti. Keuntungan memakai nomor dari provider yang sama jelas adalah : tarif lebih murah. Dan lagi dengan semakin ketatnya perang tarif antar provider maka mereka berlomba-lomba menurunkan harga dan menambah bonus. Provider yang aku dan Kung pakai (saat ini) sedang ada bonus sms super banyak, bonus sekian jam telepon gratis, internet murah, dll. Itu jelas menguntungkan kita yang menjalani LDR, karena komunikasi itu super perting.
Belum lagi kemudahan teknologi informasi via internet seperti Facebook, Twitter, YM, Gtalk, dll. Bayangkan kalau kita hidup di jaman belum ada kemudahan teknologi itu dan harus LDR dengan pasangan kita. Hemm..

JUJUR DAN LAPORAN!
Laporan di sini bukan yang harus laporan setiap menit lagi di mana, dengan siapa, ngapain. BUKAN ITU. Aku dan Kung sudah terbiasa selama beberapa tahun ini selalu cerita tentang apa pun yang terjadi dan bertemu dengan siapa pun.. (Ssst.. bahkan saat kita masing-masing bertemu dengan mantan, kita langsung saling cerita). Bukannya tanpa privasi, tapi antisipasi dari pada kita dengar dari orang lain dan malah sakit hati. Toh selama kita jujur dan ‘enggak neko-neko’ tidak akan ada apa-apa kan. Kebiasaan sharing ini lah yang menjadikan kita selalu punya bahan obrolan seru kalau telepon malam hari sebelum tidur. Itu juga yang akan membuat aku secara tidak langsung kenal dengan teman-temannya di sana. Dia cerita tentang teman kantornya si A yang begini, si B yang begitu, futsal sama si C, ditebengin pulang sama si D,dll. Kebiasaan jujur dan selalu cerita ini yang semakin lama menumbuhkan rasa percaya ke pasangan. Kebiasaan cerita atau ‘laporan’ ini pun akan muncul sendiri tanpa ditanya atau diminta cerita. Jadi jangan bayangkan kami yang selalu mengawasi dengan telepon atau sms ‘Lagi dimana? sama siapa? ngapain?’ .. no no no.. ‘laporan’ itu muncul sendiri dari masing-masing. Langsung saja cerita tanpa diminta. Kalau tidak cerita? ya berarti seharian ini tidak ada hal penting alias ‘hari standar’ aja.

QUALITY TIME
Karena hanya Jogja – Jakarta yang jaraknya ‘tidak seberapa’, Kung selalu menyempatkan ke Jogja sebulan 2 kali. Biasanya Jumat malam dari kantor langsung ke stasiun, Sabtu pagi sampai Jogja, Minggu sore balik ke Jakarta lagi. Capek? Jelas. Tapi itu terbayar dengan quality time yang kita lewati sepanjang hari Sabtu itu. Manfaatkan waktu yang hanya 1 hari itu untuk hal-hal yang positif dan menambah kualitas hubungan, bukan malah berantem.

KESABARAN TINGKAT WAHID
Pernah nih, Sabtu pagi aku jemput Kung di stasiun, katanya dia kecapekan banget, di kereta pun tidak bisa tidur. Jadilah begitu sampai di kos adiknya, dia tidur seharian. Jelas aku kesel dan dongkol. Dikangenin malah tidur seharian. Tapi terus aku pikir lagi, kalau cuma mau tidur dia pasti tidak akan jauh-jauh ke Jogja, keluar duit banyak juga. Pasti saat itu dia benar-benar capek. Jadilah aku memaklumi kondisi dia. Toh masih ada hari Minggu setengah hari sebelum sore berangkat lagi ke Jakarta. Walau pun benar-benar berat melepaskan.🙂

IKHLAS DAN PERCAYA
Ikhlas menjalani ‘skenario’ yang diberikan Allah dan percaya bahwa ini pasti hal terbaik untuk kita sekarang yang akan bermanfaat di masa depan. Ini bukan tentang materi. Banyak alasan pasangan harus LDR. Kuliah, bekerja, ikut orang tua, dll. Jadi yang aku maksud dengan manfaat untuk masa depan bukan sekedar materi, tapi metamorfosa sikap kita selama menjalani LDR ini. Karena kita dituntut untuk lebih sabar, lebih bisa percaya, tidak selalu curiga, selalu jujur. Dan dengan LDR ini juga, kita akan tahu dia benar-benar orang yang kita inginkan atau bukan. Bukan kah kita baru merasa memiliki setelah kehilangan?

Tapi.. kalau ditinggal malah merasa biasa saja, justru merasa bebas dan bisa lirik sana-sini… yaaa.. that’s the sign dear.. maybe s/he’s not the one for you..🙂

So, ini saja secuil tulisan tentang LDR ku yang entah sampai kapan. He he he..

Dan Kung, kalau kamu baca ini, i want to sing your favorite band’s song :

I wanna wake up where you are,
I won’t say anything at all,
So why don’t you slide..”
(Goo Goo Dolls – Slide)
***

Happy LDR guys (buat yang menjalani)..

Berat? Iya!

♥♥♥

*pictures : from Google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s