Tentang Curhat


Berangkat dari pengalaman pribadi aku menulis ini. Tanpa bermaksud menyindir siapa pun. Tapi kalau ada yang tersindir walau tidak berhubungan dengan aku, ya semoga bisa jadi bahan koreksi.

Sore tadi aku kok dongkol sekali dengan satu keadaan.. rasanya pengen marah-marah, bahkan pengen nonjokin orang. Tapi karena takut didatangi wartawan infotainment, akhirnya aku urungkan niat itu. Aku memilih online saja, YouTube-ing dan browsing lainnya.

Tiba-tiba seorang teman menyapa di YM. Dan ku akui, dia salah satu teman yang –lumayan- dekat dengan ku. Bermula dari saling menyapa dan bercanda, aku bilang sedang kesal. ‘Pengen nonjok orang’ – kira-kira seperti itu chat ku. Kemudian dia bertanya ada apa? Cerita aja, mungkin bisa bikin lega. Aku senang sekali karena memang sedang butuh teman curhat. Plus.. dia pun lumayan dekat dengan ku. Dan aku mulai curhat ..

Dengan semangat menggebu, aku mulai mengetik dengan kecepatan 250KM/jam masuk gigi 3. Sudah sesak hati dan pikiran pengen segera ditumpahkan .. tapi apa yang terjadi??

Hoho .. sungguh di luar dugaan. Si teman yang lumayan deket ini sering memotong pembicaraan dengan membandingkan masalah aku dengan masalah dia.

Sekali .. ok. Dua kali .. okeee. Tiga kali .. heyyy. Empat kali .. lho?? Lima kali .. woiii yang curhat ni sapa sihhh…!!

Bukannya lega, aku justru tambah kesal. Would u please listen to me?? I just need to be heard..

Sebagai contoh (bukan percakapan sebenarnya – hanya sekedar contoh)
Aku (A) : aku capek nih.. tiap hari keujanan .. jadi meriang ..

Teman (T) : iya, aku juga .. tiap hari kedinginan. Jadi ga fit. Kalau udah gini mamah ku pasti nyuruh aku suntik vitamin, minum suplemen bla bla bla

A : Kenapa ya tiap kali aku nyapa si B selalu dicuekin?
T : aku juga pernah gitu, aku dulu nyapa si x tapi dia trus buang muka gitu.. padahal waktu itu ya.. bla bla bla ..

A : bingung ngatur duit nih .. belum gajian udah abis mulu ..
T : aku sih ga bingung ya.. saoalnya aku ga terlalu doyang belanja, aku paling keluar duit buat bla bla bla..

A : kesel deh.. lagi ‘dapet’ gini cowok ku selalu aja bikin aku tambah kesel

T : cowok ku juga gitu, ga mau ngerti. Pernah ya dulu aku lagi dapet trus dia ditelp ga jawab bla bla bla..

OKE .. how annoying, right .. when we need someone to share or help our problems, then we just get their problems ..

Bahasa kasarnya, urusan mu!

Tapi pasti hal itu akan berbalik pada ku karena aku yang memulai sesi curhat itu.

Anyway, kembali ke masalah curhat tadi. Aku pernah dapet recommend buku dari pacar, ‘Skill with People’ karya Less Giblin. Di sana banyak diajarkan inti dari menghadapi seseorang. Bahwa, setiap orang lebih cenderung membicarakan diri sendiri. Membicarakan hidupnya sendiri. Tiap orang kurang berminat dengan hidup orang lain. Maka, jika ingin membuat seseorang nyaman coba pancing pembicaraan yang selalu mengarah ke dirinya.

Dan kembali (eheemm..) pacar saya mengajarkan, jika ingin menjadi sahabat yang baik.. ketika sahabat sedang curhat fokuskan pembicaraan padanya. Kesampingkan dulu masalah kita. Giringlah bola pembicaraan selalu ke gawangnya. (cieee .. bahasa dalam rangka Piala Dunia ^_^ ). Dia pasti akan merasa nyaman dan akan sangat lega. Meskipun kita tidak bisa membantu menyelesaikan masalahnya, setidaknya dengan menjadi pendengar yang baik dan meluangkan waktu sebentar saja untuk menjadikannya center of the world itu akan sangat melegakan hati.

Dan itu sudah aku buktikan. Beberapa teman sudah pernah berterimakasih karena aku sudah mau mendengar dan membantu mereka membahas masalah yang bahkan aku sendiri tak tahu. Aku hanya fokus pada masalah mereka, tak menyinggung apapun dari hidup ku. Pokoknya fakusnya Cuma dia dia dia dan dia –si pencurhat. Dan sedikit toleransi itu ternyata sangat berarti buat beberapa teman saya itu.

Walau pun aku tidak terlibat dan tidak membantunya mencari jalan keluar. KARENA MEREKA HANYA BUTUH DIDENGAR. BUKAN DIAJARI ATAU DIDIKTE UNTUK MELAKUKAN INI ITU. BUKAN JUGA DIBANDINGKAN DENGAN KEHIDUPAN KITA. They don’t even care ‘bout your life. Mereka sudah cukup dewasa. Mereka hanya butuh DIDENGAR.
Bukankah setelah mengeluarkan unek-unek kita cenderung lebih lega? Meskipun tidak menyelesaikan masalah yang terjadi, tapi setidaknya melegakan hati dan bisa membantu mencari jalan keluar dengan pikiran yang lebih jernih.

That’s why guys…. bantulah teman kalian untuk sekedar bercerita, mengeluarkan unek-unek tanpa harus dipotong dengan membahas kehidupan kalian. Itu nanti ada waktunya sendiri. Luangkanlah 10-30 menit hanya untuk membahas masalah teman mu saja. Jangan campurkan dengan cerita dari hidupmu, pasanganmu, keluargamu, kerjaanmu, dll. Percayalah.. akan ada waktunya sendiri.

Pada akhirnya, kembali pada kata ‘curhat’ – curahan hati. Mencurahkan isi hati. Membicarakan isi hati. Berbicara .. dan hanya butuh didengar.

Karena.. ketika si pencurhat butuh bantuan .. mereka akan meminta.

So, bisa jadi tempat curhat yang baik??

God! I just need to be heard ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s