Mendadak Anteng

Beberapa hari ini aku jadi anteng. Ehhmm.. buat yang ga tau apa itu ‘anteng’, dalam bahasa Jawa ‘anteng’ itu artinya tenang, diam.

Banyak yang bilang aku ini cerewet, bawel, ga bisa diem, hyper, lebay atau apalah yang pasti rame. Tapi tidak belakangan ini. Bukannya ga sadar, aku sangat sadar kalau aku jadi banyak diam dan menyendiri.

Masih melakukan aktivitas seperti biasa. Hanya kadang aku hidup dalam ruang kosong. Sendiri.

Ada apa? Ya .. ada sesuatu yang menghimpit hati. Sesuatu yang entah harus ku bagi dengan siapa.

Kung? Tidak. Aku tak bisa mengatakan ini padanya.

Nita? Dia sedang hamil tua, ditambah dia masih berduka atas meninggalnya Bapak. Aku tak bisa berbagi dengan kondisinya seperti ini.

Ntie? Jauhh.. di Lampung. Dan tak puas hanya lewat chat atau telp. Aku butuh teman bicara langsung, yang tak terbatas waktu dan pulsa. Pluss.. dia juga sedang hamil.

Giant? Huhh.. dia sibuk dengan latihan teaternya. Sebentar lagi dia pentas.

Teman lain? Tidak. Aku butuh teman yang sudah dekat secara emosi untuk berbagi.

Aku benar-benar merasa sendiri. Mungkin istilah klasiknya ‘Alone in the middle of no where‘. Entah apa pun harfiahnya.

Kadang aku malas untuk sekedar meminta perhatian mereka. Aku malas mengganggu. Aku tak mau dicap egois. Jadilah seperti ini. Mendadak anteng.

Diam. Dan diam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s