Sakit Typhus

Bermula di akhir Maret 2010 kemarin, badan sudah mulai lemah sekali. Kerjaan dan kegiatan masih berjalan seperti biasa. Tapi aku jadi gampang sekali meringis – bahkan nangis- hanya karena ‘senggolan-senggolan’ dari benda-benda di sekitar ku.

Bahkan, sepulang dari acara ulang tahun ke-5 tempat usaha kakakku, mata ngantuuukkkkk banget. Padahal baru jam 2 siang. Akhirnya memutuskan untung nunpang tidur siang di tempat Kung. Jam 4 sore terbangun, tapi bukan badan segar yang didapat, melainkan pusing tak terhingga, mual dan suhu badan meningkat. Tapi.. masih memaksa untuk meneruskan pekerjaan sampai jam 10 malam.

Tanggal 1 April, badan seperti sudah berontak, panas semakin terasa. Akhirnya memutuskan ke dokter saja. Tapi dokter praktek. Setelah cek sana sini, suhu badan 38 derajat, mual dan batuk, dokter langsung merujuk untuk tes darah.

Ngacirlah aku dianter Kung ke R.S Panti Rapih. Langsung ke Lab cek darah, dan hasil baru keluar 1 jam kemudian. Ahaaaiiiiiiii… dengan badan yang tak karuan duduk di kursi tunggu yang keras selama 1 jam. Dengan lebay aku merasa 1 jam itu terasa 1 tahuunn.

Jam 9 malam lebih, baru hasilnya keluar. Yup.. positif Typhus. Cuma bisa pasrah. Akhirnya diperiksa dokter umum lagi (dokter umum yang pertama seperti sia-sia, sudah bayar mahal, ternyata di RS periksa lagi dan bayar lebih mahal lagi.. ). Tapi menurut dokter tak perlu opname .. Alhamdulillah..

Jadilah aku diberikan resep obat ‘sekarung’!! Haduuhhh.. ini sama menyiksanya seperti opname. Disuruh istirahat total.. TOTAL minimal 3 hari, makan yang banyak, yang halus, tidak boleh pedas, tidak boleh kecut.
WHAT??? Tidak boleh pedas??? Ini benar-benar siksaan..!!

Tapi akhirnya hanya bisa menurut saja.


Jadilah 4 hari rehat. Totaly bedrest! Away from job, computer and my lovely ride. Dan kenapa juga.. dalam kondisi super boring ini, Kung ternyata harus ke Surabaya. Hadohhh… padahal dia janji bawakan aku film-film terbaru.
Nihil. Akhirnya melewatkan 4 hari dengan kebosanan tingkat tinggi.

Menjelang hari ke-4, kakak ipar ku memberiku pil cacing. No no.. bukan obat cacing (untuk cacingan), tapi obat yang terbuat dari cacing.. hayaaaaa… walau sudah dalam bentuk kapsul, tapi yang terbayang di mata ku adalah binatang panjang licin dan menjijikannn…

Hufff.. akhirnya, setelah sehat dan bisa kerja lagi, Kung ‘ceramah panjang lebar kali tinggi’ — dijaga badannya, jangan terlalu capek, jangan makan sembarangan, jangan telat makan, dan yang pasti JANGAN MAKAN SAMBEL KEBANYAKAN.. Curaaaangggggg!!!!!

Ok, sudahlah.. masa itu sudah lewat. Semoga sehat selalu. Dan ingat, rajin minum yogurt ya..

-Salam-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s